Naik Rumah: Batagak Kudo-kudo Kudo dan Mendarahi Rumah

 

Batagak Rumah. Foto: jurnalissumbar.com       

Orang zaman dulu ketika membangun rumah diperhatikan betul seluruh aspeknya. Bagaimana posisi tanah, ke mana arah rumah, dari mana arah matahari terbit, panas atau tidak tanah di lokasi itu ditandai dengan menanam pohon pisang terlebih dahulu. Dan setelah itu barulah dicukupkan kayu-kayu dengan berbagai filosofi dan tidak sembarang pilih.

     Ketika fondasi telah selesai dibangun dan batu batu serta kunsen maka tahap selanjutnya adalah memasang kuda-kuda rumah. Dan di atas puncak kuda-kuda itu digantungkanlah kelapa, pisang setandan, dan lain-lain. Ketika memasuki pemasangan kuda-kuda ini maka dia-dakan pula acara mendoa sedikit dengan mengundang tetangga sekitar untuk makan. Lalu tetangga yang datang itu pun ada yang membawa seng atap, kayu, paku, dan lain-lain.    

     Setelah rumah selesai dan siap untuk dinaiki maka diundanglah seorang buya untuk mendarahi rumah itu dengan menyembelih seekor ayam. Lalu acara itu pun bisa dilanjutkan dengan acara menaiki rumah. Acara menaiki rumah ini tergantung kemampuan ekonomi si tuan rumah. Jika ekonomi kuat maka boleh membantai sapi dan dilakukan orgen tunggal. Jika termasuk ekonomi sedang maka bolehlah membantai beberapa ekor ayam dan lalu mengundang seorang buya untuk adzan pertama kalinya di rumah itu lalu mendoa agak sebentar.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url