Eks. PGA Negeri Payakumbuh

 Tugu PGA Negeri Payakumbuh. Foto: Feni Efendi

 

Di Payakumbuh, berdiri sebuah monumen sejarah pendidikan agama yang menyimpan sejuta kenangan: eks PGA Negeri Payakumbuh. Jejak langkahnya dimulai dari sebuah tekad mulia, keinginan luhur untuk menghadirkan lembaga pendidikan agama yang berkualitas di tengah masyarakat. Bukan sekadar bangunan fisik, eks PGA Negeri Payakumbuh adalah saksi bisu perjuangan, dedikasi, dan kontribusi nyata dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.

     Kisah ini bermula pada tahun 1963, ketika Yayasan Ma'had Islamy bersama para guru yang berdedikasi, melihat kebutuhan mendesak akan pendidikan agama yang terstruktur. Mereka tak gentar mengu-sulkan kepada pemerintah agar sekolah Ma'had Islamy diubah statusnya menjadi PGA Negeri. Langkah ini bukan tanpa alasan, sebab pada saat itu, Ma'had Islamy telah menerapkan kurikulum yang sesuai dengan standar PGA Negeri. Perjuangan panjang pun dimulai. Berbagai upaya dilakukan, didukung oleh pemerintah daerah yang memahami urgensi pendidikan agama bagi masyarakat. Akhirnya, pada bulan Juni 1966, mimpi itu menjadi kenyataan. Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 23/1966 tanggal 20 April 1966 mengesahkan perubahan PGA Ma'had Islamy menjadi PGAN 4 tahun Payakumbuh. Tanggal 15 September 1966 menjadi hari bersejarah, ketika Bapak Arso, Direktur Pendidikan Agama Islam, atas nama Menteri Agama, meresmikan lembaga pendidikan yang diidamkan tersebut. Basyar Mukhtasar ditunjuk sebagai pimpinan sementara, mengawali babak baru dalam perjalanan PGA Negeri Payakumbuh.

     Eksistensi PGA Negeri Payakumbuh bukan sekadar angka tahun. Ia adalah simbol keberhasilan sebuah komunitas dalam mewujudkan cita-cita pendidikan. Lembaga ini telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai bidang, berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Lebih dari itu, PGA Negeri Payakumbuh telah menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan etika yang menjadi pondasi karakter generasi muda. Namun, seperti halnya perjalanan sejarah, PGA Negeri Payakumbuh pun mengalami perubahan. Statusnya mungkin telah berubah, namun kenangan dan kontribusi yang telah diberikan tidak akan pernah pudar. Bangunan fisiknya mungkin telah berubah fungsi, namun semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan tetap hidup dalam diri para alumni dan masyarakat Payakumbuh.

     Eks PGA Negeri Payakumbuh adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah pendidikan di Luhak 50. Ia adalah pengingat akan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Kenangan akan lembaga ini harus terus dijaga, diwariskan kepada generasi mendatang, sebagai inspirasi untuk terus berjuang dalam memajukan pendidikan agama di Indonesia.

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url