MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek

 

 

Ponpes MTI Pakan Sinayan. Foto: Feni Efendi

 

Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Pakan Sinayan Koto Nan Ompek, sebuah institusi pendidikan Islam yang berdiri kokoh sejak tahun 1928, merupakan saksi bisu perjalanan panjang pendidikan Islam klasik di Tanah Minangkabau. Didirikan oleh Syekh Alwi bin Ibrahim, seorang ulama terkemuka yang pernah menimba ilmu dari Syekh Muhammad Sa’ad al Khalidi Mungka, MTI Pakan Sinayan menjelma menjadi pusat pendidikan yang melahirkan ulama-ulama besar dan cendekiawan muslim yang berkontribusi bagi perkembangan Islam di Nusantara.

     Sebelum mendirikan MTI, Syekh Alwi telah merintis pola pengajaran halaqah di sebuah surau di Simarasok, dengan fokus pada ilmu-ilmu dasar seperti nahwu, saraf, dan fiqih bahasa Arab. Kitab-kitab klasik seperti Ajrumiyah, Azhari, Qathar, Taqrib, dan I’anatut Thalibiin menjadi landasan utama dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Syekh Alwi terhadap tradisi keilmuan Islam yang mendalam dan sistematis.

     MTI Pakan Sinayan mencapai puncak kejayaannya pada periode 1938 hingga 1942, dengan jumlah santri mencapai 600 orang yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, wilayah tetangga, bahkan hingga Malaysia. Hal ini menunjukkan reputasi MTI sebagai pusat pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Syekh Alwi yang visioner dan dedikasi para guru yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan umat.

     Setelah wafatnya Syekh Alwi pada tahun 1935, kepemimpinan MTI dilanjutkan oleh para ulama terkemuka lainnya, seperti Buya Zulkarnaini Thaher (Buya Kara), Syekh Syamsuar, Buya Hasanul Hakim, dan Syekh H. M. Nur. Setiap pemimpin membawa warna dan kontribusi tersendiri dalam mengembangkan MTI, meskipun sempat mengalami masa vakum dan penutupan.

     Sejak tahun 1997, MTI Pakan Sinayan berada di bawah kepemim-pinan KH. Erman Ali, M.M.Pd. Di bawah kepemimpinannya, MTI terus berupaya untuk mempertahankan tradisi keilmuan klasik sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pengajaran, pengembangan kurikulum, dan pemanfaatan teknologi informasi. MTI Pakan Sinayan bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan nilai-nilai Islam yang luhur. Para santri tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan akhlak mulia dan semangat pengabdian kepada masyarakat. MTI telah melahirkan alumni-alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, guru, hingga pemimpin masyarakat.

     Keberadaan MTI Pakan Sinayan merupakan aset berharga bagi masyarakat Minangkabau dan umat Islam secara umum. Institusi ini menjadi simbol ketahanan tradisi keilmuan Islam di tengah arus modernisasi. Di era globalisasi ini, MTI Pakan Sinayan terus berupaya untuk melahirkan generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. MTI Pakan Sinayan, dengan sejarah panjang dan kontribusinya yang besar, tetap menjadi pilar penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan intelektual Islam di Indonesia.

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url