Gudang-Gudang Tembakau di Pajacombo
Selain menampung kopi, gudang-gudang di Pasar Pajacombo dibangun juga untuk menampung tembakau. Umumnya tembakau-tembakau didatangkan dari daerah Baruah Gunung yang terkenal di masa itu. Ada juga tembakau-tembakau dari Suliki dan daerah An-diang sebagai pusat peracikan tembakau-tembakau pada saat itu. Semua tembakau kering itu nantinya akan dikirim ke Pasar Paja-combo. Beriku ini sebuah foto tembakau Pajacombo pernah dimuat oleh Majalah Panji Pustaka, 8 Januari 1926. Foto asli ini juga ada di Tropen Museum, Belanda. Beginilah tulisan tentang tembakau Pajacombo itu di majalah tersebut:
“Sebagai toean-toean pembatja telah ma‘loem, maka tembakau Pajakomboeh itoe amat masjhoer baik ditanah Hindia, baik di Éropah dan Asia, lebih-lebih lagi dinegeri Belanda. Pada gambar diatas ini dapatlah toean melihat bagaimana orang menjajat, menghampaikan dan mendjemoer tembakau itoe sesoedah dipetik. Tembakau itoelah soeatoe pentjaharian jang ta’poetoes-poetoesnja bagi anak negeri Lohak Lima Poeloeh Kota, Soematera Barat.” (Dokumentasi Suryadi Sunuri).
Tembakau yang Sudah Kering Dijemur. Foto antara tahun: 1911. Koleksi: KILV. Nomor Inventaris: KITLV 37413. Fotografer: Jean Demmeni (1866-1939 )