Amir M.S
Amir M.S. lahir di Kubang, Lima Puluh Kota, pada tanggal 11 Mei 1932, dan meninggal dunia pada 23 Desember 2016 dalam usia 84 tahun. Rentang hidup yang panjang ini diisi dengan dedikasi yang luar biasa dalam dunia kepenulisan, khususnya di bidang ekonomi perdagangan dan adat Minangkabau. Beliau bukan hanya seorang pengamat, melainkan juga seorang pelaku dan pemikir yang menuangkan pengalamannya ke dalam puluhan buku yang memberikan sumbangsih signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya.
Perjalanan intelektual Amir M.S. terentang dari bangku SMP 1 Payakumbuh dan SMP IV Bukittinggi, hingga Pemuda (Perguruan Menengah Umum Derjat Atas) Bukittinggi, SMEA Negeri Semarang, hingga akhirnya lulus di Fakultas Sosial Ekonomi Politik Universitas Nasional di Jakarta. Latar belakang pendidikan yang beragam ini menjadi fondasi kokoh bagi keluasan perspektifnya. Pengalaman praktisnya pun tak kalah kaya. Berkecimpung di dunia perbankan, perdagangan, dan perindustrian, serta aktif sebagai instruktur dan kolumnis, memberikan kedalaman dan otentisitas pada tulisannya. Pengalaman bekerja di berbagai instansi dan perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, memperkaya pemahamannya tentang dinamika ekonomi global dan lokal.
Produktifitas Amir M.S. sebagai penulis patut diacungi jempol. Daftar karyanya yang panjang mencerminkan keluasan minat dan keahliannya. Di bidang ekonomi perdagangan dan ekspor impor, buku-bukunya seperti Seluk Beluk Gapura Niaga & Perdagangan Internasional (1978), Seluk Beluk Dan Teknik Perdagangan Luar Negeri (1993), Hal Ihwal Peti Kemas Dan Dokumen Pengangkutan Gabungan = Container & Combined Transport Document (1979), Ekspor Impor: Teori & Terapannya (2007), Strategi Memasuki Pasar Ekspor (2004), Ekspor Impor (2003), Wiraswasta: Manusia Unggul-Berbudi Luhur (2000), Pedoman dan Istilah Penting Perdagangan Internasional (1979), Letter Of Credit : Dalam Bisnis Ekspor Impor (1996), (PASCA) Kontrak Dagang Ekspor (1996), Penuntun Ekspor: Memasyarakatkan Pengetahuan Ekspor Sampai Ke Desa (1990), Praktek Eksport (2000), Televisi & Masyarakat Pluralistik (2014), Masyarakat Adat Minangkabau Terancam - Punah (2007), Korespondensi Bisnis Ekspor Impor: Dilengkapi Contoh dan Studi Kasus (2004), Garis-Garis Besar Program Pengajaran: Bidang Studi Bahasa Indonesia (1981) menjadi referensi penting bagi para pelaku bisnis, akademisi, dan mahasiswa. Beliau mampu menjabarkan konsep-konsep rumit dengan bahasa yang relatif mudah dipahami, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Buku-bukunya tidak hanya membahas mekanisme teknis perdagangan, tetapi juga strategi memasuki pasar ekspor, manajemen peti kemas, hingga korespondensi bisnis. Dedikasinya dalam menyebarkan pengetahuan di bidang ini bahkan diwujudkan dalam buku "Penuntun Ekspor: Memasyarakatkan Pengetahuan Ekspor Sampai ke Desa," menunjukkan visi beliau untuk memberdayakan masyarakat luas.
Amir M.S. tidak hanya terpaku pada dunia ekonomi. Kecintaannya pada tanah kelahirannya, Minangkabau, dan kekhawatirannya terhadap terkikisnya nilai-nilai adat di tengah arus westernisasi yang kuat, mendorongnya untuk menulis sejumlah buku penting tentang budaya Minangkabau. Karya-karyanya seperti Adat Minangkabau: Pola Hidup Dan Tujuan Hidup Orang Minang (1999), Pewarisan Harato Pusako Tinggi & Pencaharian Minangkabau (2011), Tanya Jawab Adat Minangkabau: Hubungan Mamak Rumah Dengan Sumando (2003), Adat Minangkabau: Pola Dan Tujuan Hidup Orang Minang (1997) menjadi jendela bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk memahami akar budaya mereka. Beliau dengan lugas menjelaskan filosofi, struktur sosial, dan praktik-praktik adat Minangkabau, sembari menekankan pentingnya memelihara dan merealisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Amir M.S. tidak hanya datang dari pembaca dan kalangan akademisi, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai penghargaan. "Penghargaan Khusus Demobilisan Pelajar, Satya Lencana PEPERA 1978" mengenang partisipasinya di masa perjuangan. "PPM Book. Long Time Achievement Award" pada tahun 1987 menjadi bukti atas produktivitas dan konsistensinya dalam dunia kepenulisan. Piagam dari PP Muhammadiyah pada tahun yang sama menunjukkan keterlibatannya dalam organisasi kemasyarakatan. Puncaknya, penghargaan dari Yayasan Pusako Minangkabau pada tahun 2016 menjadi penegasan atas jasanya dalam melestarikan warisan budaya Minangkabau.
Kehidupan pribadi Amir M.S. yang memilih untuk merantau sejak tahun 1950 dan membangun keluarga dengan seorang istri dan lima orang anak, tidak menghalanginya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerahnya. Semangat untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan melestarikan nilai-nilai budaya menjadi pendorong utama dalam setiap langkahnya. Kepergian Amir M.S. pada tahun 2016 meninggalkan duka mendalam bagi dunia literasi dan masyarakat Minangkabau. Namun, warisan intelektualnya akan terus hidup melalui karya-karyanya yang berharga. Buku-bukunya tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk terus belajar, berkarya, dan mencintai tanah air serta budayanya.