STIT Ahlusunnah Bukittinggi
STIT Ahlusunnah Bukittinggi. Foto: stitahlussunnah.ac.id
Lahirnya STIT Ahlussunnah Bukittinggi berawal dari komitmen kuat Yayasan Ahlussunnah dalam memajukan pendidikan Islam. Pada tanggal 16 Januari 1969, mereka mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Ahlussunnah Bukittinggi. Dan seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, pada tahun akademik 1987/1988, Fakultas Tarbiyah Universitas Ahlussunnah bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Ahlussunnah Nomor: 01/Kpts/Yas-Ahls/1988 tanggal 23 Maret 1988.
Usaha STIT Ahlussunnah Bukittinggi dalam memajukan pendidikan Islam membuahkan hasil. Pada tahun 1989, mereka memperoleh status terdaftar melalui Surat Menteri Agama RI No. 58 tahun 1989 tanggal 11 Maret 1989. Sejak saat itu, para mahasiswa STIT Ahlussunnah Bukittinggi mulai mengikuti Ujian Negera Cicilan hingga tahun akademik 2002/2003, selama kurang lebih 14 tahun.
Saat ini, STIT Ahlussunnah Bukittinggi memiliki visi untuk menjadi Lembaga Pendidikan terkemuka di Sumatera Barat pada tahun 2026. Visi ini diwujudkan dengan misi menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, profesional, dan mandiri dalam pengembangan studi keislaman berlandaskan keahlussunnahan.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau