Tari Piriang Batoghang dari Dharmasraya
![]() |
| Foto: langgam.id |
Tari Piriang Batoghang merupakan sebuah tarian kreasi baru yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Tarian ini diciptakan oleh seniman lokal bernama Syahril Saputra pada tahun 2000. Tari Piriang Batoghang terinspirasi dari aktivitas masyarakat Dharmasraya dalam memanen padi, khususnya di Nagari Koto Baru. Dan Tari Piriang Batoghang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga sarat makna dan filosofi.
Tarian ini menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Dharmasraya dalam bekerja sama saat panen padi. Gerakannya yang kompak dan penuh energi mencerminkan kekompakan dan rasa saling tolong menolong antar anggota masyarakat. Dan Tari Piriang Batoghang juga merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi yang berlimpah. Masyarakat Dharmasraya sangat menghargai hasil panen padi sebagai sumber kehidupan mereka. Tarian ini diiringi musik tradisional yang meriah dan penuh semangat. Hal ini mencerminkan kegembiraan dan kemeriahan masyarakat saat panen padi.
Tari Piriang Batoghang memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan tarian lain, yaitu: para penari menggunakan piring sebagai alat peraga utama dalam tarian ini. Piring melambangkan padi yang dipanen. Gerakan Tari Piriang Batoghang terbilang dinamis dan energik, mencerminkan semangat dan antusiasme masyarakat dalam panen padi, serta para penari memakai kostum berwarna cerah seperti kuning, merah, dan hijau, yang melambangkan kegembiraan dan kemeriahan panen padi. Tarian ini diiringi musik tradisional Minangkabau yang meriah dan penuh semangat, seperti talempong dan saluang.
Tari Piriang Batoghang memiliki beberapa fungsi dan peran penting, yaitu ditampilkan sebagai seni pertunjukan dan hiburan dalam berbagai acara di Kabupaten Dharmasraya dan sekitarnya. Menjadi salah satu media untuk mempromosikan budaya dan tradisi masyarakat Dharmasraya kepada khalayak yang lebih luas. Tarian ini dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Dharmasraya, khususnya semangat gotong royong dan rasa syukur atas hasil panen.
