Membangun Stasiun Kereta Api Pajacombo
Jalur transportasi Kereta Api di Pajacombo ini tidak terlepas dari sebuah perusahaan swasta NV, Nederlandsch Indische Spoorweg Mij (NISM) pada tahun 1864. Jalur pertama yang dibangun yakni Kalijati-Tanggung, Semarang pada tanggal 17 Juni 1864 dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal L.A.J Baron Sloet Van Den Beele.
Di luar Jawa, 12 Nopember 1876, Staats Spoorwegen juga mem-bangun jalur Ulele-Kutaraja (Aceh). Selanjutnya lintasan Palu Aer-Padang (Sumatera Barat) pada Juli 1891, lintasan Telukbetung-Prabumulih (Sumatera Selatan) tahun 1912. Sedangkan pembangu-nan jalur kereta api di Pajacombo ini selesai pada tahun 1896 dengan memper-kerjakan tenaga romusha yang pada umumnya didatangkan dari Pulau Jawa. Jalur kereta Pajacombo ini merupakan pengem-bangan lintasan dari Fort de Cock ke Pajacombo.
Stasiun Kereta Api Di Pajacombo. Foto Tahun: 1900. Koleksi: Tropenmuseum. Nomor Inventaris: TM-60009217
Jalur kereta api antara Pajacombo ke Limbanang ini ditutup pada tahun 1933. Sedangkan jalur Fort de Cock (Bukittinggi) ke Pajacombo (Payakumbuh) ditutup pada tahun 1978. Maka dengan begitu, masyarakat menggunakan jalur transportasi bus antara kota ataupun provinsi. Jalur kereta api ini sekarang sudah dipenuhi dengan bangunan ru-mah dan kedai masyarakat. Padahal melalui keputusan PT. Kereta Api (Persero) No.C.11/JB.303/U.2002 tertanggal 29 April 2003 menyebutkan bahwa sehubungan dengan belum dioperasi-kannya jalur kereta api Sumbar maka kepada pemkab/kota diha-rapkan untuk mengamankan jalur kereta yang merupakan aset pemerintah ini, karena jalur kereta ini merupakan rencana jaringan jalan kereta Sumatera yang sudah tercantum dalam master plan. Tindakan pengamanan ini berupa menjaga dari pengerusakan jalan (rel) dan pembangunan rumah, toko, dan bangunan lainnya tanpa ada rekomendasi dari PT. KA (Persero).