Ma Isi Sudut
Salah satu keunikan adat di Payakumbuh atau Luhak Lima Puluh yaitu calon marapulai atau calon suami harus ma isi sudut di rumah perempuan. Biasanya berapa besarnya isi sudut itu tergantung kesepa-katan dan kerelaan calon suami istri itu. Namun biasanya isi sudut itu berupa tempat tidur, lemari baju, meja rias, yang ditempatkan di dalam kamar anak daro atau kamar istri. Semakin tinggi harga isi sudut itu maka semakin tinggi pula derajat, harkat, dan martabat laki-laki di mata keluarga perempuan. Apalagi tetangga dan orang kampung, kepo sekali menungu-menunggu isi sudut yang dihantarkan oleh laki-laki. Biasanya sebulan sebelum nikah atau berhelat isi sudut itu boleh diki-rimkan.
Lain-lagi kalau kalau isi sudutnya calon suami itu bernilai harga rendah maka harkat dan martabatnya juga ikut terjun bebas. Di mata kaum keluarga istri nanti hanya dipandang sebelah mata. Apalagi kalau laki-laki itu hanya pekerja kelas rendahan yang bergaji kecil atau tidak bergelar pula maka semakin hancurlah harkat dan martabatnya yang sudah terjun bebas itu. Namun terkadang, perlakuan dan di pandang sebelah mata itu bisa menjadi sebuah cambukan bagi seseorang untuk sukses di masa depan. Lalu ujung-ujung terpaksa merantau karena ha-nya cuma menjadi kaleng-kaleng di kampung atau di keluarga istrinya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau